PALEMBANG | jaringannasional.com — Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menunjukkan dukungannya terhadap upaya membangun ruang yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas melalui karya perfilman.
Dukungan tersebut disampaikan Herman Deru saat menghadiri nonton bareng film Istimewa di XXI Palembang Indah Mall, Sabtu (12/9/2026).
Film Istimewa mengangkat kisah nyata mengenai kehidupan dan perjuangan penyandang disabilitas. Kehadiran Herman Deru dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terhadap karya yang dinilai memiliki pesan edukatif sekaligus mengajak masyarakat melihat penyandang disabilitas secara lebih setara.
Usai menyaksikan film, Herman Deru menilai kisah yang ditampilkan dapat menjadi sumber motivasi sekaligus pengingat bahwa keterbatasan fisik bukan alasan untuk membatasi kesempatan seseorang dalam berkarya dan berkontribusi.
“Kita baru saja disuguhi motivasi bahwa kita sama dengan kaum difabel. Saya mengucapkan terima kasih dan selamat kepada sutradara, produser, para pemain, crew, dan teman-teman dari Masyarakat Berdaya,” ujar Herman Deru.
Ia berharap film tersebut tidak berhenti sebagai tontonan, tetapi mampu menjadi media edukasi yang memperkuat pemahaman dan hubungan antara penyandang disabilitas dengan masyarakat luas.
Herman Deru juga menegaskan komitmen Pemprov Sumsel untuk terus membuka akses dan memberikan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas, termasuk dalam memperoleh ruang di dunia kerja.
“Pemprov Sumsel selalu memfasilitasi tempat dan ruang pekerjaan terbaik bagi kaum disabilitas,” tegasnya.
Sementara itu, Abdullah Mansuri yang mewakili production house, pemain, dan kru film Istimewa menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Pemprov Sumsel.
Menurutnya, kehadiran gubernur bersama ibu gubernur dalam kegiatan nonton bareng tersebut menjadi pengalaman istimewa bagi tim produksi.
“Kami atas nama PH, pemain dan crew yang terlibat mengucapkan terima kasih atas sambutannya. Ini provinsi pertama bioskop bisa ditemani oleh gubernur dan ibu gubernur,” ungkap Abdullah.
Ia menjelaskan, film Istimewa diangkat dari kisah nyata yang menggambarkan kehidupan penyandang disabilitas. Karena itu, film tersebut diharapkan dapat membuka ruang dialog sekaligus mendorong masyarakat untuk melihat potensi penyandang disabilitas secara lebih luas.
Abdullah juga berharap kehadiran film Istimewa menjadi langkah awal bagi lahirnya karya-karya lain yang tidak hanya mengangkat isu disabilitas, tetapi juga melibatkan anak-anak penyandang disabilitas secara lebih aktif dalam industri kreatif di Sumatera Selatan.













