IPTU Musanif Tegas: Bullying Bukan Budaya di Sekolah, Pelajar Harus Berani Melawan Perundungan.

Jaringannasional.com – Kota Bekasi.

Jajaran Polsek Jatisampurna kembali menunjukkan komitmennya dalam mencegah aksi bullying dan perundungan di lingkungan pendidikan. Edukasi tersebut digelar di SMPN 15 Kota Bekasi, Jalan Cempaka, RT 04/11, Kelurahan Jatisampurna, Kecamatan Jatisampurna, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB itu mengusung tema “Generasi Cerdas Bebas dari Tindakan Perundungan (Bullying)”.

Penyuluhan diisi Kanit Binmas IPTU D. Limbong, Bhabinkamtibmas Kelurahan Jatisampurna Aiptu Heddy Panjaitan, dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Jatirangga Aipda Yasir Arfaki.Para pelajar diberikan pemahaman bahwa perundungan tidak hanya berupa kekerasan fisik.

Tindakan mengejek, menghina, mengucilkan, menyebarkan gosip hingga mempermalukan teman juga dapat menjadi bentuk bullying yang berpotensi menimbulkan dampak serius bagi korban.Polisi juga menanamkan kesadaran agar siswa tidak takut berbicara ketika mengalami atau menyaksikan perundungan.

Persoalan tersebut harus segera disampaikan kepada guru, orang tua maupun pihak berwenang agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.Kapolsek: Jangan Ada Budaya DiamKapolsek Jatisampurna IPTU Musanif mengatakan, lingkungan sekolah harus menjadi ruang yang aman bagi seluruh siswa.

Menurutnya, tindakan bullying tidak boleh dibiarkan tumbuh menjadi budaya di kalangan pelajar.“Kami ingin menegaskan bahwa bullying bukan budaya yang boleh hidup di sekolah. Jangan merasa hebat karena bisa merendahkan atau menyakiti teman. Justru keberanian yang sebenarnya adalah mampu menghargai dan melindungi sesama,” tegas IPTU Musanif.

Ia meminta para pelajar tidak menjadi pelaku maupun ikut memperkuat perundungan dengan menjadi penonton, merekam, menyebarkan atau menertawakan korban.

“Jangan ikut melakukan, jangan mendukung dan jangan menyebarluaskan. Kalau melihat ada bullying, segera laporkan. Diam bukan solusi, karena pembiaran bisa membuat korban semakin tertekan,” ujarnya.

IPTU Musanif menambahkan, kepolisian akan terus membangun komunikasi dengan pihak sekolah sebagai langkah pencegahan terhadap berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan pelajar.

“Kami ingin anak-anak fokus belajar, berprestasi dan membangun masa depan. Jangan sampai masa sekolah justru diwarnai kekerasan, intimidasi atau perundungan,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, para siswa diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi dengan menciptakan pertemanan yang sehat, saling menghormati, menjunjung toleransi dan berani menolak segala bentuk kekerasan. Kegiatan berlangsung aman, tertib dan kondusif hingga selesai.

Yusup Bahtiar